Friday, May 13, 2022

raga menyerah

kesedihan yang disembunyikan di tengah keramaian

akhirnya menampakkan diri pelan-pelan

walau satu dua saja yang mampu melihat

adanya tetap menganggu susunan yang padat


tangisnya pecah juga

walau masih dibungkus tawa

berubah semangatnya

ternyata tak sekuat kuda


ingin mengeluh tentang yang salah

pun rasanya tak tersurat

mau bertanya pada lelah

jawabnya hanya tersirat


memaksa, terpaksa, dan dipaksa

hanya raganya yang menyanggupi

jiwanya entah kemana

ingin lupakan lalu datang lagi


menyerahlahlah akhirnya

bukan karena tak lagi ingin

tak lagi setitik energi dapat membara

padam, dengan satu hembus angin



No comments:

Post a Comment