kesedihan yang disembunyikan di tengah keramaian
akhirnya menampakkan diri pelan-pelan
walau satu dua saja yang mampu melihat
adanya tetap menganggu susunan yang padat
tangisnya pecah juga
walau masih dibungkus tawa
berubah semangatnya
ternyata tak sekuat kuda
ingin mengeluh tentang yang salah
pun rasanya tak tersurat
mau bertanya pada lelah
jawabnya hanya tersirat
memaksa, terpaksa, dan dipaksa
hanya raganya yang menyanggupi
jiwanya entah kemana
ingin lupakan lalu datang lagi
menyerahlahlah akhirnya
bukan karena tak lagi ingin
tak lagi setitik energi dapat membara
padam, dengan satu hembus angin
No comments:
Post a Comment