Bukan karena tak sama,
tapi karena itu mengantarku pada jarak.
Jarak yang tak nyata, tapi terasa.
Jujur, hancur hati saat kita menjadi kalian, mereka, dan kami.
Tak ada kata yang bisa kuucap saat kau bertanya sebelum berbuat baik.
Tak ada kata yang bisa kuucap saat kau bertanya sebelum berbuat baik.
Ini bukan hanya persoalan pribadi, tapi nurani.
Bukan karena pengalaman, tapi kehidupan.
Jika memang Tuhan kalian, mereka, dan kami berbeda,
dan jika perbedaan itu menimbulkan jarak yang mustahil,
mengapa harus berbagi daratan, lautan, dan udara?
Mengapa harus ku tau indahnya berbagi?
Benci dibalas benci.
Hina dibalas hina.
Perang dibalas perang.
Tidakkah kau tau; api dibalas api adalah celaka?
Siapkan, siapkan senjata.
Kumpulkan keberanian untuk menyerang.
Balas, balas yang keras.
Walau tak mudah, tapi mulailah.
Balas semua dengan senjata kebaikan.
Ledakkan perpecahan dengan semangat damai.
Tebarkan cinta dan kasih pada mereka yang membencimu.
Ditampar kiri, berikan yang kanan.
Membalas benci dengan kebaikan memang jauh dari mudah.
Hampir tidak mungkin, jika ditimbang.
Namun hanya ini cara memenangkan perang tanpa mengalahkan musuh.
Namun hanya ini cara memenangkan perang tanpa mengalahkan musuh.
Karena untuk bersama, kau harus membunuh benci.
- RAL / 210419 -