Thursday, December 8, 2011

"Talk Less"

Hayley duduk di bangku taman pada suatu sore.
Murung, merenung, menerawang.
Kakak laki-lakinya melihat adiknya dari kejauhan.
Ia sangat menyayangi adiknya, dan ia tau ada sesuatu yang salah dengan adiknya tersayang.
"Hayley, sedang apa? Kenapa melamun sore-sore begini?" katanya ramah sembari menghampiri.
"Tidak apa, Kak. Hayley cuma bingung." jawabnya pelan, sambil tetap menerawang.
"Bingung kenapa? Mau cerita sama Kakak?"
"Hayley bingung, Kak. Kenapa Tuhan tidak adil?"
"Hey, tidak boleh begitu. Kenapa kamu bilang Tuhan tidak adil?"
"Soalnya, Hayley tidak sehebat teman-teman di sekolah. Hayley tidak punya apa-apa untuk dibanggakan, sementara temen-temen Hayley jago-jago semua."
"Hayley kan pintar, nilainya kan bagus? Teman-teman Hayley banyak yang nilainya jelek-jelek kan?"
"Iya Kak. Nilai Hayley memang bagus. Tapi tetap saja, nilai itu tidak berguna untuk hidup Hayley."
"Kok gak berguna? Hayley sayang..."
"Seperti Miranda, dia pinter banget gambar, pantes aja, papa mamanya arsitek. Terus Damian, suaranya bagus banget, ternyata dia anaknya penyanyi. Lindsay juga lentur banget, ternyata mamanya pelatih balet. Atau Lily, yang tinggi langsing kayak model. Jelas aja, mamanya emang model, papanya artis. Sedangkan Hayley... bahkan Hayley gak tau bakat apa yang bisa turun ke Hayley dari papa sama mama!" emosi Hayley seketika meledak, memotong pembicaraan kakaknya, menyemburkan lava kekecewaan yang panas meluap-luap dari gunung berapi di hatinya.
"Hayley sayaang, gini loh. Papa sama mama itu orang yang pinter. Berkat mereka pinter, bisa nyari uang yang banyaaaak sekali. Tujuannya, biar Kakak sama Hayley bisa sekolah dan jadi orang yang pinter juga. Nah, Hayley pinter itu, turunan dari mama papa."
"Kakak gak ngerti maksud Hayley. Hayley juga mau punya bakat keterampilan, sama kayak temen-temen Hayley yang lain. Bahkan kayak Fred, dia jago banget nari dan main musik, padahal gak ada turunan dari papa mamanya. Atau Alyssa yang ngomong Bahasa Inggrisnya udah persis orang luar sana, padahal papa mamanya gak lulus SMA. Hayley malu Kak."
"Dulu Kakak juga kayak kamu. Pas SMP, Kakak gak punya temen. Bukan karena Kakak nakal, tapi karena Kakak anak beasiswa. Waktu itu kita belum berkecukupan seperti sekarang, dan Kakak sekolah bermodalkan otak dan sarana beasiswa. Di SMA, Kakak ditolak di semua ekskul. Band gak mau nerima Kakak dengan alasan Kakak gak bisa bermain musik. Dance, Kakak juga ditolak karena dibilang kaku. Bahkan di teater pun kakak tidak diterima dengan berbagai alasan negatif lainnya. Kamu tau yang tersisa apa? Hanya ekskul catur yang mau menerima Kakak. Kakak memang sedih, tapi kakak tau, perjuangan kakak belum berakhir sampai disitu saja. Akhirnya kakak membulatkan tekad, kakak harus membuat sesuatu yang berbeda. Nah, kamu lihat kan hasilnya, bakery&cafe dan panti asuhan yang kita miliki itu hasil usaha kakak sendiri. Dan sekarang, semua teman-teman kakak tidak lagi meremehkan, dan sudah menghargai perjuangan kakak," cerita sang kakak sambil tersenyum ke arah adik kecilnya ini.
"Jadi, menurut kakak, Hayley juga bisa membanggakan seperti teman-teman Hayley?" tanya Hayley sembari menoleh ke arah kakaknya dan mengusap air mata di sudut matanya yang berbinar.
"Iya, sayang. Pasti. Kalau kamu mau menggali semua potensi yang ada di dalam diri kamu, dan rajin-rajin mengembangkannya, pasti kamu bisa jadi apa yang kamu mau. Percaya sama kakak, kamu akan menemukan titik tertinggi dari potensi kamu. Tuhan pasti sudah merencanakannya. Nanti, saat waktunya sudah tepat, kamu pasti akan tau kemana harus melangkahkan kaki-kaki prestasimu. Tapi kakak berpesan ya, bagaimanapun keadaan kamu, jangan sampai kamu menyerah. Menyerah itu hanya untuk yang kalah. Kakak mau kamu jadi pemenang. Oke?" 
"Hmm... Iya kak," sahut Hayley, sambil memeluk kakak tersayangnya.
"Oh ya, Kakak juga mau bilang. Kalau nanti Hayley sudah tau apa yang harus Hayley lakukan, atau nanti ketika Hayley sudah sukses, jangan sampai lupa daratan. Tidak boleh sombong. Apalagi sebelum ada hasilnya, tidak usah mengumbar segala sesuatu secara berlebihan. Kamu juga harus bisa berguna untuk orang lain, bukan hanya diri sendiri. Ingat pesan kakak ya. Talk less. Then you can dream, do, feel, and shine."

-ral.

Friday, November 25, 2011

Cerpen 6

Sesampainya di rumah, Justin sudah merasa sangat gerah,
ia lalu segera menyalakan air di bath tub kamarnya dengan air hangat.
Kemudian ia menyalakan tv yang ada di dalam kamar mandinya,
dan mulai berendam sambil menonton tv.
Ia sesekali melamun, bayangan yang ada dalam benaknya hanyalah Lizzie.
Tawanya yang polos, terkadang membuat hati Justin bergejolak.
Padahal awalnya ia sama sekali tidak bertujuan untuk mendekati Lizzie.
"Ah apa-apaan sih aku ini? Kenapa jadi memikirkan Lizzie?" pikirnya.
Tiba-tiba telepon di kamar mandi Justin berbunyi.
"Ya, halo?" Justin menjawab dengan santai, seperti biasa.
"Sayang, kamu lagi apa? Kok smsku gak dibales?" terdengar suara manja dari seberang telepon.
"Aduh sorry Katarina sayang, aku lagi berendam, gerah banget badanku."
"Oh yaudah mandinya jangan lama-lama ya. Nanti malem aku ke rumahmu deh?"
"Oke sayang. Sampai ketemu nanti. I love you."
"I love you too."

Setelah selesai berendam, Justin segera merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang king sizenya.
Lalu mengecek ketiga HPnya; ada sebuah telepon masuk.
Tidak seperti biasanya, kali ini Justin mengembangkan sedikit senyum di tepi bibirnya.
Lizzie.
"Hey, kenapa Liz? Tumben?" tanyanya santai.
"Eh, ehm ini. Ntar malem mau nongkrong di tokok coklat biasa ga? Aku pengen hot mint chocolatenya nih," lanjut Lizzie.
"Hm, sorry banget, Liz, ntar malem aku gak bisa, ada acara keluarga. Kapan-kapan aja yaa.." kata Justin, lembut.
"Oh, yaudadeh. Daaah!" jawab Lizzie yang tetap ceria, sembari memutuskan koneksi teleponnya.
Justin mendengar nada kekecewaan dibalik keceriaan Lizzie.
Namun apakah ia peduli?

    Syg, maaf ya, hari ini kamu gabisa ke rumahku.
    Aku mau pergi, ada acara nonton bareng temen2.
    Bsk aja gmn? see u tmrw :)
__________________________________________

    Liz, aku di depan rumahmu :)

Lizzie melompat dari sofanya begitu melihat sms masuk dari Justin.
"Justin? Katanya gak bisa?"
"Eh, iya. Tapi setelah kupikir-pikir, aku juga pengen hot mocca nya nih," kata Justin sembari melemparkan senyum manisnya.
Matanya yang biru kembali bercahaya.
"Oh, yaudah, aku ambil jaket dulu ya sebentar," jawab Lizzie sambil mengembangkan senyum termanisnya.

(to be continued on Tessa's blog)

Thursday, October 27, 2011

Football Superhero

well yeah, I got a task from my English Literature teacher.
We had to make an at least three-stanza poem.
Each stanza consists of four lines.
And we gotta use figurative languages.
I was looking for an inspiration,
while I saw XI IPS 1 out there, playing soccer.
yeah. that's it :p
Here's the poem.
I'm not sure about the grammar,
so if there is any mistake,
just forgive my words :)

From a thousand miles I stare
One of twenty-two boys fighting for a ball
The one who runs as fast as a tiger
The one who attacks the goal angrily

His wet hair is a black pearl
With sweats running down his forehead
Touching his pretty eyelashes to his lips
And drop perfectly to kiss the grass

The way he stares at his victory
Sprinkles some joyful spirits
He would never throw in the towel
For he is a football superhero

                                                                                    (ral.)

Sunday, October 23, 2011

Cerpen 4

Justin menganggap peristiwa vas jatuh itu adalah sesuatu yang lucu.
Ia terus menertawakanku tentang kejadian itu.
Tak apalah, Lizzie tetap senang bisa melukiskan pelangi indah pada bibirnya,
dengan mata birunya yang berkilauan.
Lizzie jadi semangat ke sekolah.
Ia ingin selalu bersama Justin.
Kegilaan akan cinta barunya ini, bahkan membuat Lizzie lupa diri.


"Liz, udah dong, kamu ceritain tentang Justin di toko coklat udah lima kali!"
Diana, yang sudah lelah mendengar celotehan Lizzie, akhirnya angkat bicara.
"Dengar ya Liz. Aku gakmau membatasimu. Tapi, aku sarankan untuk hati-hati sama Justin.
Menurutku, kamu jangan sampai jatuh cinta sama dia," lanjut Diana.
Lizzie, dengan segala kekagumannya akan Justin, mengerutkan dahinya.
Ia melepaskan mulutnya dari sedotan jus jeruk yang ia beli dari kantin.
Ia heran, mengapa temannya ini selalu aneh tentang Justin.
"Kamu ini kenapa? Kamu suka sama Justin? Iri sama aku?" kata Lizzie tiba-tiba,
kesal akan perkataan Diana.
"Liz, aku ini sahabatmu. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu,"
jawab Diana, mencoba untuk tetap tenang.
"Di, bisa ngomong sebentar gak?" tiba-tiba seseorang datang menarik tangan Diana.
Gary. Seorang cowok kurus-tinggi berambut keriting.
Ia adalah teman baik Justin. Lizzie semakin heran, sebenarnya ada apa?
"Liz, pinjem Diana bentar ya. Tenang aja, bentar lagi Justin nyusul kok,"
kata Gary pada Lizzie sembari menarik Diana dan mengembangkan senyum termanisnya.


"Hey! Ngelamun lagi kaaan" Lizzie tersentak karena kaget akan kedatangan Justin.
"Eh? Hehe iya abis bingung mau ngapain" jawab Lizzie seadanya.
"Hmmm, yaudah, ikut yuk! Aku beliin es krim" kata Justin lagi.
Mereka berdua pun duduk bersama menikmati es krim favorit mereka.
Tidak lain dan tidak bukan adalah rasa coklat.
Angin sejuk menghembus di wajah kedua remaja bahagia ini.
Ditemani indahnya langit biru.
Biru, sebiru mata Justin.
Sejuk, sesejuk hati Lizzie, ketika ia bersandar di bahu pujaan hatinya ini.


_______________________________
"Lizzie benar-benar sudah dibutakan, dan aku gakmau tinggal diam!"
"Diana, dengar ya. Ini sama sekali bukan urusan kamu, jadi mending gausah urusin Justin lagi."
samar-samar terdengar pertengkaran kecil antara Diana dan Gary.
"Aku sahabat Lizzie, gak peduli sama Justin, yang aku urusin ya Lizzie.
Dia itu benar-benar sudah dibutakan. Dia bahkan gak tau asal-usul Justin,
masa lalu sama mantan-mantannya gimana, gak tau semua!
Yang dia tau, hanya sebatas Justin. Mata biru. Badan tegap-tinggi. Jago skate.
Kapten Basket. Suka coklat. Banyak uang. Sudah kan?"
Diana memperjuangkan pendapatnya yang ia yakini benar.
"Yaudah, terserah deh. Palingan juga kamu jadi kayak gini, karna kamu itu korban sakit hati Justin kan?" Gary, membalas dengan dingin. Singkat namun mengena. Diana hanya bisa terdiam, sambil memandangi sosok jangkung yang berjalan meninggalkannya.


(to be continued on Tessa's blog)

Friday, September 30, 2011

Cerpen 2

Aku tak kunjung berhenti memikirkannya. Mungkin ini berlebihan. Tetapi, aku tidak pernah merasa senyaman ini. Lamunanku menuju langit ke tujuh ini dipecah juga oleh teman sepermainanku.

"Lizz! Astagaaaa Justin aja dilamunin terus!" katanya tiba-tiba.
"eh apaan banget! Aku gak mikirin diaaaa aku kan cuma..."
"cuma apa? kangen? suka? hahahaha" kata cewek kurus nan tomboy bernama Diana.
"Ah berisik deh, ng-eskrim yuk!"

2 jam berlalu. Aku dan Diana menghabiskan waktu di kedai es krim sambil bercanda dan berbagi cerita. Entah bagaimana, rasanya Diana tau sekali tentang Justin.
"eh tapi kok kamu tau banyak tentang Justin?" tanyaku penasaran.
"hah? ah... yaaa... keliatan aja gitu hahaha. Eh mau pindah nggak? Kita ngopi" jawab si tomboy ini dengan nyengirnya yang khas."
Aku curiga dengan tingkahnya. Pasti ada sesuatu yang salah. Namun aku memutuskan untuk tidak menanyakannya. Karena aku tidak suka ada badai yang memisahkan kapal dan nakodanya.
Mungkin aku berlebihan, tapi inilah yang aku rasakan. Dan kini, kegilaanku akan si mata biru semakin menjadi-jadi.



My eyes are no good, blind without her
The way she moves I never doubt her

When she talks she somehow creeps into my dreams
She’s a doll, catch, a winner
I’m in love and no beginner
Could ever grasp or understand just what she means

Baby, baby blue eyes
Stay with me by my side‘til the morning, through the night
Well baby, stand here holding my sides
Close your baby blue eyes
Every moment feels right
And I may feel like a fool
But I’m the only one dancing with you
Whoa oh oh, oh oh oh oh oh, oh oh oh , oh oh

I drive her home when she can’t stand
I like to think I’m a better man
For not letting her do what she’s been known to do
She wears heels and she always falls
I let her think she’s a know it all
But whatever she does wrong, it seems so right
My eyes don’t believe her, but my heart swears by her

Baby, baby blue eyes
Stay with me by my side‘til the morning, through the night
(can’t get you out of my mind)
Well baby, stand here holding my sides
Close your baby blue eyes
Every moment feels right
And I may feel like a fool
But I’m the only one dancing with you
Whoa oh oh, oh oh oh oh oh, oh oh oh , oh oh
Cant get you out of my mind

I swear i've been there
I swear i've done that
I'll do whatever it takes just to see those

Baby, baby blue eyes
Stay with me by my side‘til the morning, through the night
(can’t get you out of my mind)
Well baby, stand here holding my sides
Close your baby blue eyes
Ever moment feels right
And I may feel like a fool
But I’m the only one dancing with those

Baby, baby blue eyes
Stay with me by my side‘til the morning, through the night
(can’t get you out of my mind)
Well baby, stand here holding my sides
While closing your baby blue eyes
Ever moment feels right

My eyes are no good, blind without her
The way she moves I never doubt her
When she talks she somehow creeps into my dreams

Kunyanyikan lagu "Baby Blue Eyes" milik A Rocket To The Moon dengan mengganti semua 'her' menjadi 'him'. Dan setelah lagu itu terulang entah berapa kali, aku baru sadar jam dinding segitiga di dinding kamarku sudah menunjukan jam 2 pagi. Aku terkejut dan segera melelapkan diriku dalam mimpi.

(lanjut di blog Tessa).

Monday, September 26, 2011

sebuah "keluarga"

Orang bilang, sebagai sebuah "keluarga", haruslah saling menyayangi, 
menerima apa adanya.
Saling menghargai, toleransi, dan tidak saling menjatuhkan.
Tetapi di dalam sebuah "keluarga", ada saja pihak yang tidak disukai.
Lalu bagaimana jika kita memang tidak suka dengan gayanya? dengan orangnya?
Kalau terus-terusan tidak suka, ikatan keluarga itu tidak menjadi rapat dan kuat.
Tetapi kalau pura-pura suka, artinya munafik.
Berusaha suka padahal tidak, menyiksa diri.
Kalau jujur bahwa kita tidak suka, menyakitkan hati dan memicu pertengkaran.
Jadi yang mana yang harus kita utamakan? kesatuan atau kejujuran?

-ral.

Dear God.

God, I'm very sorry for blaming You all the time.
I know I'm not perfect. but so do the others.
I often think that my life ain't nice.
I think that I have no talent, 
that I can't make anybody proud,
that I can't be like "her".
And I do it very often.

God, I'm sorry for blaming my parents all the time.
I blame them for the economy things.
I blame them for any imperfection on me.
I blame them for any mistake in my activities.
And I seldom thank, about their kindness.

God, I'm sorry for being too fragile when I feel alone.
I know I have so many friends, although some of them hate me, 
or fake, maybe.
But on the other side, I know I need them,
I know there are true friends who sincerely love me.
Please, don't let them go from me, God.
Promise I'll fix myself so I wouldn't be so bad anymore to them.
So I can be a good friend, true friend, real friend, and even best friend.

God, I'm sorry. I didn't realize that you gave me so many things.
I'm sorry for being weak when I know You made me strong.
Even when no one vote for me.
You give me someone.
Someone, who can make every single laugh I throw.
Someone, who can sing heaven's song for me, when I fall down.
Someone, who can make me feel that I'm worth.
Someone, whom  you've given a half of my soul.

God, please teach me and direct me to be the best of me.
I wanna make You proud.
I wanna make my parents and friends happy to be with me.
And once more, I wanna be the best of me.


God, I thank You from the bottom of my soul.
For my beautiful love.
For my various friends.
For my unique parents.
For my facilities.
For my hidden talents.
For all of your kindness.
And last but not least,
for letting me feel, that I am special.

w/♥,your mean child.     
ral.

Saturday, September 24, 2011

Wednesday, September 21, 2011

Losing

We do lose things in our lifetime.
Although it's always hard and hurtful,
try to let go,
for losing is a part of human's law.
People live, people die.
There's no party which has no ending.


-ral.
(the last sentence was my dad's)

Tuesday, September 20, 2011

Cerpen Tandom (tessangie)

Senyum itu menghias pagi ini. aku pergi ke sekolah dengan 1/4 semangatku, sebelum akhirnya aku bertemu dengannya. tatapannya yang dingin membuatku membeku saat melihatnya. kibasan rambutnya yang lembut membuatnya terlihat lebih hawt. pancaran matanya yang biru seakan membuat dunia ini berhenti berputar. bagaikan sinar mentari yang terbit dari sebelah timur, menerangi permukaan bumi sampai ke barat, ia menerangi hariku, dari ujung kepalaku sampai ujung jari kakiku. tiba-tiba semangatku bangkit kembali, dan aku siap masuk ke kelas (?)

Pelajaran demi pelajaran aku lewati dengan memandangi sebuah punggung putih. punggung milik laki-laki bermata biru itu. hari pertamaku di tahun ajaran ini akan berbeda. karena ada dia, orang yang selalu kulihat dari balik bayang-bayang, yang selalu kulihat dari ekor mata saat melewatinya. sekarang, ia ada di depan mataku. kuharap, ini adalah permulaan yang baik.


masih ku pandangi punggung itu. hingga tiba-tiba (jeng jeng jeng jeng!!!) saatnya bagi kami sekelas untuk saling berkenalan, dan tak kusangka, ia menoleh dan mengulurkan tangannya kepadaku. Dunia seakan berputar 2 kali dalam sehari. Tanganku dingin, bibirku membeku, tangan pun tak kunjung menyambut uluran tangannya. "Halo?" katanya tiba-tiba, memecah suasana beku dalam diriku. mataku langsung menuju matanya, matanya yang biru itu. "eh....ya? haloo k-k-kenapa?" kataku sambil berusaha menarik kedua ujung bibirku untuk tersenyum. "Kok bengong? kita kan disuruh kenalan" katanya disertai tawa canda yang membuat jantungku berdegup sangat kencang seperti drum sirkus yang menyambut singa jantan. aku pun menyambut tangan kanannya. "wah, tanganmu kok dingin?". Seketika kutarik tanganku, salah tingkah, mukaku pun memerah. Tiba-tiba seorang teman di sebelahku menyorakiku dengan keras "cieeeee......Lizzie sama Justin..CIEEEEEE..." sorakan itu semakin membahana di kelas art sekolah Internasional ini. Aku malu sekali, tapi ternyata Justin malah tertawa-tawa bercanda, dan aku pun menjadi terbawa suasana.

bersambung...

Friday, September 2, 2011

Arabusta Coffee, silahkan!

mimpi apa gueeee
bisa kerja di arabusta, coffee shop + dine.
gak kerja juga sih, semacam magang gituuu.

hari minggu  kemaren, senin, sama kamis gue magang disitu.
seru bangeeeeet gakuat!



mulai dari promosi di depan
"Arabusta Coffee, silahkan! kita punya menu baru blablablabla"
sambil megang menu B-)


taking order
"misi menunya. mau pesan apa?"
terus dicatet B-)


nganterin
"permisi, ini blablabla nya, silahkan"


beresin meja
"misi, boleh saya angkat?"
sambil bawa tray B-)


nyuci piring segunung B-)


dan yang paling asik, bikin minuman!
some photos:

Mochalicious and Arabusta Signature (caramel blend)

Nutty Mocha (hazelnut blend)

lychee and purple rain soda

Irish Coffee



Espresso. Ini kayak bahan dasar kopinya gitu. susah loh
 bikinnya. harus pas waktu, kekuatan dll lah
dan lain-lain :D

oh ya sempet nyobain bikin rotiboy juga satu kali hihihi 
relasi memang penting (:

Punya gue masih rada pletat-pletot hehehe




Thanks to para Om Owner, Mbak Eva, Engkong Bangkit, Mas Arman, Mbak Fetti, dan masih banyak lagi :D


And my working partner, Tessa :*




FUN!

Tuesday, August 2, 2011

Sehari Jadi Guru

tadi pulang sekolah, gue gak paskib kaya biasanya.
bukan bolos, tapi ke ijin ke Dumpit.
ngapain? ngajar!!!
jadi ceritanya, gue tessa bagus chelle vena berangkat bareng naik angkot.
ini program dari osis buat ngajar di Dumpit ganti2an.
terus udah ganti2 angkot, sampe lah kita di sana.

nyampe di sana, kita di welcome banget.
"silakan, kak, duduk dulu aja sambil nunggu.." gitu kira2.
setelah absen dan ngumpulin anak2 yang mau belajar, akhirnya kita mulai.

kita mulai dengan memperkenalkan diri masing2.
asli gue kagum sama mereka.
"cita2 saya... mau jadi dokter" mayoritas cewe jawab gitu.
"saya sih pengen jadi penari tradisional, tapi liat ajadeh kedepannya.." kata seorang cewek.
"cita2, pengen jadi pemain bola." mayoritas cowo jawab gitu.
"saya..... pengen jadi presiden." kata Andi, sambil nunduk. tapi kita tepuk tangan.
"Amiiiiin...." kata gue dan yang lain.
"saya, pengen jadi orang sukses," kata seorang cewek tomboy bernama Rini.
"saya sih lagi belajar nih surat segala macem, pengennya jadi yang nyiarin berita itu, saya kagum ngeliat di tv," kira-kira gitu jawaban Anggun, cewek yang (keliatannya) paling dikasih kepercayaan buat ngurus pondok belajar di Dumpit itu.
gue salut, gue aja belom tau mau jadi apa. cita2 apaan.

setelah itu kita belajar bahasa inggris. 
kita belajar perkenalan nama, umur, dan hobi.
gue terkesan sama satu anak namanya Vina.
umurnya 14. dan keliatannya dia paling pinter disitu.
waktu ditanya belajar sampe mana, dia jawab
"aku sih udah sampe comparison, yang superlative gitu2. kalo aku sih pengennya belajar tenses kak.."
katanya. gue kaget loh ya. "udah nyampe situ??" gue dalem hati.
terus dia tanya pr matematika ke kita.
tapi dari kita gaada yang bisa, dan kayanya salah soal soalnya dia juga ga bawa bukunya.
"gapapa kok kak, di sekolah temen2ku juga biasanya pada gakbisa.."
kata Vina, lembut banget.

abis itu kita main games dikit tentang hobi, terus nyanyi "Mary Had A Little Lamb"
setelah itu kita pamitan terus mampir ke minimarket buat beli minum.
gue beli jus stroberi dan enak sekaliiii.
terus kita naik angkot mau balik.
dan dengan bodohnya di angkot gue "aduh enak seger bangeeeet"
spontan si tessa melototin gue.
gue baru inget! ini bulan puasaaaaa
dengan segala rasa bersalah gue cepet2 abisin jusnya dan diem aja.
maafin saya ya om, tante, mbak, mas... 

Wednesday, July 6, 2011

Liburan Juni-Juli 2011

liburan kali ini, gue ke bali terus ke jogja.
tanggal 23, gue berangkat ke bali.
disana gue..........


Pake mobil volvo tua B-)

Surfing pastinya dong :D















main pasir!
nulis-nulis di pasir juga (:
gue bikin ginii (kiri) taunya gala bales yang ini (kanan) 
kebanting deh -_- hehe





makan di potato head, gedungnya terbuat dari jendela2 belanda dari jaman dulu,
terus didalemnya ada kolam renang plus view ke pantai. gimana ga asoy?

tatoan dong hehe

watersports!



ngumpul juga sama pelatih2 surf gue dll 
ketemu tessa di jam jam terakhir gue sebelom balik ke jakarta,
di pantai kuta, ada lomba2 gitu.




nah, tanggal 29 setelah nyampe di jakarta tengah malem, langsung pulang ke rumah.
istirahat? bukan dong ya. tapi packing lagi. kenapa harus sekarang?
karena pesawat gue ke jogja tanggal 30 jam 6 pagi.
tapi yaudalah ya, bisa tidur di jalan. asik nih di jogjaaaa! :D

gue ke taman sari 









ini patung di malioboro,
katanya sih yg bikin mahasiswa
ini di candi prambanan
naik kuda di pantai parang tritis
main atv di pantai parang tritis juga

terus gue coba2 bikin batik juga
nah di alun2 selatan, ada 2 pohon beringin gitu,
nah ada yang nyewain tutup mata gitu,
jadi kita harus bisa jalan lurus ke tengah2 pohon.
eh taunya susah taugasih! belok2 gitu hehe.
kata gala sih, kalo bisa lewat berarti hatinya bersih (?)
ke museum kereta


nyewa sepeda onthel ibu2 dagang buat foto2 hehe

 dan yang pasti, selama liburan..

wisata kuliner!! mau jogja atopun bali
daaaan tentunya shopping! tapi kalo lagi shopping gainget foto hehe (:
love this holiday!

Tuesday, May 24, 2011

Short Story: School Life

apa ya? kayaknya gaada yang penting2 banget sih.
ulum, liburan, masuk lagi, ulum, ya dst lah hehe.
rapot cukup baik, oyah. gue ngambil jurusan IPB (Bahasa) :)
di sana emang sepi. tapi gaktau kenapa gue yakin aja.
I'm so gonna miss XD.
XD is the best class i've ever had :") here they are!

1. Ami : pendiem banget, pinter piano
2. Putri aka Aput : polos dan baik parah
3. Talia : anak baik nan sopan yg blm terkontaminasi. rajin dan pinter tingkat akut
4. Amel : suka diejekin martabak. lucu salting kalo diejekin
5. Christian aka Codet : pasangan ejekan gepeng. malesnya sih parah parah
6. Cynthia aka Gepeng : paling banyak pasangan ejekannya. baik pinter, olimpiade mat. temen les gue
7. Derick : pacarnya tisa. hiper banget gabisa diem. diejekin swing-swing sm Mr.Sam
8. Eddy : ini anak kalo ngomong gaada remnya dengan kecepatan 100km/jam. pinter sih tp kadang ngeselin hehe. pasangan ejekannya gejes
9. Bryan aka Bepe : anak basket yang selalu jadi cadangan dan jarang main oops hehe. kadang baik kadang nyolot tergantung moodnya dan sama siapa mungkin
10. Fiona : manis banget suaranya halus dan tinggi. nyambung banget sama gue kalo ngomongin dessert. suka diperebutin cowo2 antara lain bulah bepe dll. sopan2 judes gitu haha
11. Franco aka Koko : fotografer dan teknisi kelas. baik dan giat.
12. Jessica aka Gejes : primus interpares kelas atau yg paling dipercaya. pasangan ejekannya Eddy. pinter stadium 4. anak fisika. pembinaan modern dance juga bareng gue.
13. Satria : pasangan ejekan gepeng juga. jago TIK anak kesayangan pak rio. kocak nyanyi Chaya chaya
14. Harwin : in love with Apple. temen tennis gue. baik nan tinggi besar. sering dipanggil wintil
15. Intan : kecil imut katanya sih kayak bola bekel. lucu banget kalo ketawa suka salting kalo digangguin bagus.
16. Inka : Ms. Creative. pinter banget gambar terutama manga. nulis juga jago. suaranya sih keren loh ya kalo nyanyi bikin merinding.
17. Jeffrey : Singer of the class. dia ini radio kelas yang suka bikin gedeg guru2. baik sih. bener2 in love sama sari.
18. Kevin aka Kep : anak tim inti basket yang tinggi parah. kurus tapi udah gemukan. satu les juga sama gue.
19. Kezia : baik dan giat. lawan main gue dia jadi bawang putih pas gue jadi bawang merah lol
20. Krissan : kurussssss banget. suaranya keren. cantik pinter dan baik. suka ditiruin anak2 caranya manggil temen2 sbelum ngasi pengumuman "temen temeeeeeen"
21. Larissa : pendiem tapi baik banget. kasi gue coklat waktu gue ultah. badannya keren. mau ice skate bareng tapi gakpernah kesampean
22. Lili : baik banget. pencinta harry potter. kalo Mr.Jeff ngasi soal harpot 95% lili yang jawab
23. Linda : baik dan suka bercanda. waktu TIK suka contek2an sama gue haha
24. Irena : pinter baik tapi pendiem. engga terlalu deket soalnya gue takut salah ngomong hehe
25. Mario aka Mbut : anak bultang, suka diejekin soalnya sipit banget. pernah nemenin gue pulang naik angkot. baik kocak
26. Sella : dibilang tante fashion. keren banget kalo ngedesign. pinter bikin bando dan barang2 lainnya. kreatif tulisannya keren.
27. Gala : sering dipanggil "gil" sama cowo2. baik kocak multitalented parah. anak bola, striker, top scorer. udah ah ntar gakcukup :p
28. Angel aka Emon : dari kata doraemon awalnya karna Mr.Sam tapi kalo diliat2 mirip juga haha. jago main bola dan tomboy. jago ngerap juga
29. Nita aka Ukill : temen gue dari kelas 8. anti sama pacaran katanya sih gakmau nikah. kalo marah serem kaya mau bunuh orang. jarang senyum tapi sekalinya ketawa kaya orang gila lol
30. Angie : gue. katanya sih kita gakbisa menilai diri sendiri :p
31. Sam : cowo paling mesos yang ada di sanur. "ngaca itu kebutuhan" itu mottonya. setiap ada kaca pasti ngaca. kalo gaada pinjem gue. kocak. pinter tapi males
32. Stanley : jago mat tapi malesnya ga ketolongan. paling sering ditegur karna tidur. game maniac. anak bola. dipanggil anak2 cowo "ten"
33. Tisa : pacarnya derick. tomboy. jago main bola. baik dan ramah
34. Vena : pinter. anak pencak silat. suaranya halus kalo nyanyi. mantannya mm. baik sabar
35. Ando : si kecil yang udah gak kecil. pertumbuhannya ngebut loh sekarang uda setinggi gue. kocak parah dan imutimut
36. Brian aka Bulah : si anak sarap yang susah banget serius. kembaran hitamnya gala. jago main bass gitar. nyanyi jugalah. bae bgt kalo ada maunya, ketawanya gede kentutnya menyebar sampe 3/4 kelas
37. Anita aka Bacang : kalo gasalah dipanggil bacang karna item (?) baik kocak suka malu2 kalo gue liatin
38. Bagus aka Beggy : jago parah ngedance kalo freestyle bikin sirik. anak pembinaan modern dance juga. pinter rajin jago gambar. baik kocak sabar banget, suka gangguin intan
39. Zenia : jago volley sama bola. baik tapi suka gugupan kalo ngomong di dpn kelas.

i just love them so much! bentar lagi kita acara BBQ asikasik :D