Jelang jalanku menginjakkan kaki di sini
Mulai teringat tentang perjalanan dengannya
Bukan rindu akan sosoknya
Namun peran dan hadirnya teman terbaik
Rindu akan memori sebelum batas ditebas
Mungkin berbeda pandang sedari awal
Mungkin diri naif dan menyangkal
Karena ujungnya, mencari sosok yang didamba bukan hanya tak mungkin, tapi juga sekedar halusinasi
Dengan hubungan darah pun mereka enggan
Apalagi tanpa hubungan darah
Selalu ada maksud di balik wujud
Ada rasa di balik masa
Karena lagi-lagi, platonik ternyata teknik
Terulang, sobat kental jadi tak kenal
Sekarang sesal setelah kesal
Kenapa hubungan baik, aku obrak abrik?
Hina dan naif, noda dan sakit.
Jika aku bisa menembus waktu
Kan ku hapus kesempatan itu
Cegah jembatan dibakar sia-sia
Pagar tinggi yang seharusnya ku jaga
No comments:
Post a Comment