Tuesday, April 21, 2020

subuh biru

selamat subuh, kamu yang mungkin juga belum tidur.
hubungan yang tercipta di antara kita begitu aneh.
setidaknya untukku, yang selalu mengisi void hati dengan dirimu.
aku tak tahu jika ini suatu salah atau benar,
karena selalu kamu yang muncul, tapi selalu ketika kekosongan itu timbul.
begitu banyak kurangmu untuk menjadi pendamping hatiku.
namun entah, rasanya aku takkan bisa lupa denganmu.
kini, ketika jam dinding menunjukkan angka hampir tiga, 
dan lagu-lagu sedang bernyanyi lewat alat yang juga kugunakan untuk menulis ini,
yang kubayangkan adalah duduk berdua denganmu, 
di dalam mobil biru yang menjadi saksi bisu.
mendengarkan lagu yang hanya sampai bait karena kamu selalu menggantinya di tengah nyanyianku.
sebuah gagasan yang menurutmu konyol dan buang waktu.
namun sesuatu yang membayangkannya saja membuatku tersenyum.
aku tak tahu apa yang membuatku terjebak dalam siklus ini.
aku pun tak mengerti apa aku hanya menyukai adrenalin saat bertemu diam-diam, 
atau memori kita yang panjang, atau mungkin memang kamu?
untuk bersama, rasanya tidak mungkin bagiku dan bagimu.
tapi untuk melupakanmu aku tak mampu dan tak mau.
detik ini pula tersirat di pikiranku,
apa jadinya jika tiba-tiba aku menerima undangan pernikahan berisikan namamu dan seorang lain?
relakah aku?
mungkin. yang penting kamu bahagia selalu.
dan tetap menjadi sahabatku.
namun satu pintaku jika hal itu akan terjadi.
izinkan aku untuk melihatmu melantunkan melodi di atas panggung secara langsung.
satu keinginan sederhana yang belum terwujud.
mungkin lain kali, suatu hari.
kalau begitu,
lega sudah, mari tidur.
selamat subuh.

No comments:

Post a Comment