Ini cerita tentangnya.
Tentang dia yang selalu ada di detik terakhir.
Tentang dia yang selalu menjadi angan, bukan sekedar kenangan.
Ini dia, yang hanya bisa aku idolakan tanpa bisa kucintai dengan semestinya.
Ia tak pernah letih beradaptasi dengan aku.
Berbeda dengan aku, yang tak pernah berhenti berubah dan menuntut diadaptasi.
Ia selalu terbangun di kala matahari dan bulan bertukar peran, hanya karena aku yang tak pernah bisa mandiri.
Tentangnya, masih tentangnya, seseorang yang mampu menunggu entah berapa lama demi sebuah hati yang tak pernah pasti.
Aku ingin mencintainya sepadan dengan apa yang telah ia perbuat.
Sungguh kusesali, aku tidak bisa.
Egoku tidak bisa.
Aku bisa mencintainya, namun takkan sebesar cintanya padaku.
Takkan bisa impas nilainya.
Seperti seekor burung yang ku pelihara.
Aku tidak punya sangkar selebar kepakan sayap yang indah itu.
Burung itu hanya akan tersakiti karena sangkar ini tak setara luasnya dengan kepak sayap darinya.
Daripada ku tahan lalu matilah ia, baiknya kulepas saja.
Ku biarkan ia terbang bebas, mengepakkan sayap indahnya entah kemana, kepada siapa.
Agar ia pun bisa tumbuh dan berkembang.
Siapatau aku bisa memperluas sangkar ini untuknya nanti, walau entah berapa lama lagi.
Dan walau ku tak tau apakah ia akan kembali ke sangkar ini, atau burung lain kah yang harus masuk.
Aku tak tau pasti. Ku biarkan saja dulu sangkar ini, kosong.
(ral)
Agen Judi Online
ReplyDeleteAgen Judi
Agen Judi Terpercaya
Agen Bola
Bandar Judi
Bandar Bola
Agen SBOBET
Agen Casino
Agen Poker
Agen IBCBET
Agen Asia77
Agen Bola Tangkas
Prediksi Skor
Prediksi Pertandingan EIBAR VS REAL MADRID 29 November 2015
Prediksi Skor PEC ZWOLLE VS AJAX AMSTERDAM 29 November 2015